home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengalaman Berharga Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik di Audience Offline KGSI 2026

Pengalaman Berharga Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik di Audience Offline KGSI 2026

Dipublikasi Pada

14 Mei 2026

Dipublikasi Oleh

Nurul Juliani, S.Si

Pengalaman Berharga Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik di Audience Offline KGSI 2026
Thumbnail Pengalaman Berharga Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik di Audience Offline KGSI 2026
KGSI 2026 menghadirkan dialog inspiratif tentang pendidikan, perdamaian, dan peran generasi muda bersama Najwa Shihab dan Dubes Australia.

Medan, 13 Mei 2026 — Audience Offline Penjurian Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 menghadirkan ruang dialog inspiratif bagi generasi muda dalam membahas pendidikan, kepemimpinan, perdamaian, serta peran mahasiswa di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara ini menghadirkan tokoh nasional dan internasional, di antaranya pendiri Narasi, Najwa Shihab serta Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Mr. Roderick Brazier.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif yang mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, presentasi gagasan, hingga pertukaran ide bersama peserta dan narasumber. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat sepanjang sesi diskusi dan tanya jawab.

 

Salah satu mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi USU, Dafina, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti KGSI 2026 berawal dari keinginannya untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus berdiskusi langsung mengenai isu pendidikan dan sosial bersama tokoh-tokoh inspiratif.

 

“Saya tertarik ikut KGSI 2026 karena kegiatannya bukan sekadar seminar biasa, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi langsung tentang pendidikan, kepemimpinan, dan isu sosial bersama tokoh-tokoh inspiratif,” ujarnya.

 

Menurut Dafina, kehadiran Najwa Shihab dan Dubes Australia memberikan atmosfer yang berbeda selama kegiatan berlangsung. Ia mengaku kagum dan antusias karena dapat menyaksikan secara langsung figur-figur yang selama ini dikenal luas melalui kiprah mereka di bidang pendidikan, media, dan diplomasi internasional.

 

“Kehadiran mereka membuat suasana terasa lebih berkelas dan inspiratif. Itu juga memberi semangat tersendiri bagi peserta untuk lebih percaya diri menyampaikan gagasan,” tambahnya.

 

Dalam sesi diskusi, Najwa Shihab menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat perubahan sosial. Generasi muda didorong untuk berani berpikir kritis, aktif menyuarakan ide, serta tidak takut mengambil peran di tengah masyarakat.

 

Sementara itu, H.E. Mr. Roderick Brazier menyampaikan pentingnya kolaborasi pendidikan, toleransi, dan kerja sama lintas budaya di kalangan generasi muda. Ia menilai mahasiswa memiliki peran besar dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan damai.

 

Salah satu pesan yang paling membekas bagi peserta adalah bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan lingkungan terdekat. Selain itu, generasi muda diingatkan agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial yang terjadi saat ini.

 

Kegiatan ini juga membahas bagaimana teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan secara positif untuk edukasi, penyebaran nilai toleransi, serta pembangunan gerakan sosial yang bermanfaat. Hal tersebut dinilai sangat relevan dengan peran mahasiswa di era digital yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi informasi.

 

Selain memperoleh wawasan baru, Dafina juga mendapatkan pengalaman berkesan saat berkesempatan berinteraksi langsung di depan forum. Ia berhasil menjawab kuis interaktif seputar program Narasi dan memperoleh buku langsung dari Najwa Shihab.

 

“Saya merasa sangat bahagia dan terharu ketika mendapatkan buku dari Najwa Shihab. Bagi saya, itu bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga menjadi kenang-kenangan dan motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Dafina mengaku kegiatan tersebut memberikan perubahan cara pandangnya terhadap pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

 

“Pelajaran terbesar yang saya dapatkan adalah pentingnya keberanian untuk berkembang dan menyampaikan ide. Saya belajar bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan jika mau terus belajar dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.

 

Melalui Audience Offline Penjurian KGSI 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman intelektual dan inspiratif, tetapi juga didorong untuk menjadi generasi muda yang kritis, adaptif, serta mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat melalui pendidikan dan kolaborasi sosial.

Berita