Medan, 27 Juni 2026 – Forum Pendidikan Tinggi Statistika Indonesia (FORSTAT) berkolaborasi dengan Program Studi D3 Statistika dan Program Studi D4 Statistika Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Podcast Guru Besar Statistika (GB Talks) Season 8 Episode 30 secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (27/6). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Open Darnius, M.Sc., Guru Besar Universitas Sumatera Utara, sebagai narasumber dengan tema “Extreme Value Theory and Risk Analysis.”
Podcast yang dipandu oleh Citra Dewi Hasibuan, S.Si., M.Sc. ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus ruang diskusi ilmiah mengenai perkembangan ilmu statistika dan penerapannya dalam menganalisis berbagai fenomena yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Dalam pemaparannya, Prof. Open Darnius menjelaskan bahwa Extreme Value Theory (EVT) merupakan cabang statistika yang berfokus pada analisis kejadian-kejadian ekstrem yang jarang terjadi, namun memiliki dampak yang signifikan. Pendekatan ini dapat dimanfaatkan untuk memahami dan memprediksi risiko pada berbagai bidang, seperti keuangan, kesehatan, lingkungan, hingga mitigasi bencana.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan data dan metode statistika dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis bukti. Di tengah perkembangan teknologi dan data yang semakin pesat, penguasaan konsep-konsep statistika modern, termasuk EVT, menjadi kompetensi yang relevan bagi akademisi, peneliti, maupun mahasiswa.
Kolaborasi antara FORSTAT dengan Program Studi D3 dan D4 Statistika Fakultas Vokasi USU melalui penyelenggaraan podcast ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan literasi statistika, serta memperluas jejaring keilmuan di tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh wawasan baru dan termotivasi untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang statistika guna menjawab berbagai tantangan di era berbasis data.