Medan, 3 Juni 2025 – Semangat inovasi dan kolaborasi mewarnai kegiatan SICAS 2025 atau Seminar, Innovation, Collaboration, and Action for Sumatera, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi D-III Perjalanan Wisata, Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Vokasi ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Joel Andesta Tarigan dan Dosen Pengampu Ibu Arwina Sufika, SE., M.Si.

Wakil Dekan III Fakultas Vokasi, Bapak Drs. Gustanto, M.Hum, juga hadir dan menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan acara ini secara mandiri. “Saya mengapresiasi semangat mahasiswa yang tidak hanya belajar teori, tetapi juga berani turun langsung menyelenggarakan acara ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta lomba guiding yang telah berkontribusi memeriahkan kegiatan hari ini.” ujar Bapak Drs. Gustanto, M.Hum.

Dalam sesi presentasi, Mahliza Lawna Sembiring memaparkan topik Pemasaran Pariwisata, dengan fokus pada strategi PT. Al-Falah Tour & Travel. Berdasarkan hasil observasi dan studi kasus, Mahliza menyebut bahwa strategi paling efektif yang diterapkan adalah pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth). Kepuasan pelanggan dan pelayanan yang konsisten membuat klien dengan sukarela merekomendasikan jasa mereka kepada orang lain.

Setelah itu, Azzahra Putri Handini membawakan presentasi Manajemen Perjalanan Wisata. Ia mengulas praktik manajemen operasional yang diterapkan oleh Al-Falah Tour & Travel dengan pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), sesuai dengan hasil observasi dan studi kasus terhadap PT. Al-falah Tour & Travel.

Kegiatan ini juga menjadi ajang penandatanganan kerja sama antara Prodi D-III Perjalanan Wisata dengan PT. Al-Falah Tour & Travel, yang diwakili oleh narasumber Ibu Dra. Khairawati, M.A., Ph.D. sebagai Manajer Operasional dari PT. Al-Falah Tour & Travel. Dalam sesi sharing, beliau membagikan pengalamannya selama membangun biro perjalanan yang bergerak dalam wisata religi.

Usai ISOMA, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Guiding. Sepuluh peserta mempresentasikan destinasi wisata seperti Tomok, Gundaling, hingga Istana Maimun dengan gaya dan pembawaan layaknya pemandu wisata profesional. Penampilan para peserta menunjukkan pemahaman destinasi, kemampuan berkomunikasi, serta improvisasi di lapangan.

Acara ditutup dengan hiburan musik, pembagian doorprize, dan pengumuman pemenang lomba. Antusiasme peserta, panitia, dan narasumber menjadi bukti bahwa kolaborasi kampus dan industri dapat menciptakan kegiatan edukatif yang berdampak nyata.

Dari strategi pemasaran hingga manajemen perjalanan wisata, SICAS 2025 memberi ruang bagi mahasiswa untuk tampil, belajar, dan berjejaring langsung dengan dunia kerja.