home icon
search icon
menu icon

> Berita > SMART IDOL 2026 oleh Himpunan Program Studi Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Spektakuler Talenta Mahasiswa Vokasi

SMART IDOL 2026 oleh Himpunan Program Studi Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Spektakuler Talenta Mahasiswa Vokasi

Dipublikasi Pada

09 Mei 2026

Dipublikasi Oleh

Nurul Juliani, S.Si

SMART IDOL 2026 oleh Himpunan Program Studi Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Spektakuler Talenta Mahasiswa Vokasi
Thumbnail SMART IDOL 2026 oleh Himpunan Program Studi Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Spektakuler Talenta Mahasiswa Vokasi
SMART IDOL 2026 sukses menghadirkan kompetisi vokal penuh semangat dan kreativitas. Melalui berbagai tahapan seleksi, mahasiswa Fakultas Vokasi USU menunjukkan bakat, keberanian, dan kemampuan tampil percaya diri di atas panggung.

Medan, 09 Mei 2026 — Suasana meriah dan penuh semangat terasa sepanjang pelaksanaan SMART IDOL COMPETITION 2026, program kerja Himpunan Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik (HIMASIK) Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara. Mengusung tema “Express Your Talent, Inspire Your Future”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa vokasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni vokal sekaligus mengekspresikan kreativitas dan kepercayaan diri di atas panggung.

 

SMART IDOL hadir bukan sekadar sebagai kompetisi menyanyi, tetapi juga ruang pengembangan soft skill mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk berani tampil, melatih mental kompetitif, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun penguasaan panggung yang akan bermanfaat di dunia profesional.

 

Kompetisi diawali dengan tahap audisi online yang diikuti oleh 14 peserta dari berbagai program studi di Fakultas Vokasi USU. Dari proses seleksi tersebut, 10 peserta berhasil melaju ke babak semifinal sebelum akhirnya terpilih lima finalis terbaik untuk tampil di panggung grand final. Kelima finalis tersebut adalah Farhan Bunayah Bestari dan Mery Gabriella dari D4 Perbankan dan Keuangan, Widayanti Ndruru dari D4 Akuntansi Sektor Publik, Intan Theola Methanoia Silaban dari D3 Bahasa Inggris, serta Ervan Ariya Sembiring dari D3 Perjalanan Wisata.

 

Pada setiap tahap kompetisi, para peserta mendapatkan tantangan berbeda dari dewan juri, termasuk pemilihan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi yang menguji kualitas vokal, teknik bernyanyi, hingga kemampuan membangun chemistry dengan penonton. Salah satu grand finalis, Intan Theola Methanoia Silaban, mengungkapkan bahwa dunia tarik suara bukanlah hal baru baginya. Sejak kecil, ia telah aktif mengikuti berbagai kompetisi vokal karena menganggap menyanyi sebagai talenta yang harus dikembangkan dengan baik.

 

“Karena menyanyi itu talenta yang Tuhan kasih ke aku, jadi aku merasa talenta itu harus digunakan sebaik mungkin,” ungkapnya.

 

Intan juga mengaku cukup tertantang dengan lagu-lagu pilihan juri yang dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pada salah satu tahap kompetisi, ia harus membawakan lagu milik Celine Dion seperti I Surrender dan My Heart Will Go On yang membutuhkan penguasaan teknik vokal dan penghayatan emosi yang kuat.

 

Meski sempat merasa gugup saat tampil di depan peserta lain dan penonton, suasana hangat dari panitia serta dukungan para supporter membuat para finalis mampu tampil lebih percaya diri. Berbagai hiburan dan interaksi seru dari MC turut menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah namun tetap penuh kekeluargaan.

 

“Vibes acaranya seru banget. Panitianya juga ramah dan selalu mengarahkan peserta, jadi nggak bingung selama acara berlangsung,” tuturnya.

 

Di balik kemeriahan panggung SMART IDOL 2026, panitia juga menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan. Mulai dari koordinasi internal, keterbatasan waktu penggalangan dana, hingga penyesuaian jadwal grand final karena berdekatan dengan masa ujian tengah semester menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan acara.

 

Namun, berkat kerja sama tim dan semangat saling mendukung antar panitia, seluruh rangkaian kegiatan akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Kekompakan panitia bahkan menjadi salah satu momen paling berkesan selama proses penyelenggaraan SMART IDOL 2026.

 

Puncak acara grand final berlangsung penuh antusiasme dengan sorak dukungan dari para supporter yang memadati lokasi acara. Pada akhir kompetisi, Mery Gabriella dinobatkan sebagai Best Performance, sementara Farhan Bunayah Bestari meraih penghargaan Most Promising Talent. Adapun posisi Juara 3 diraih oleh Ervan Ariya Sembiring, Juara 2 diraih oleh Widayanti Ndruru, dan Intan Theola Methanoia Silaban berhasil keluar sebagai Juara 1 SMART IDOL 2026.

 

Melalui SMART IDOL 2026, mahasiswa Fakultas Vokasi USU membuktikan bahwa dunia vokasi tidak hanya identik dengan kompetensi akademik dan praktik industri, tetapi juga menjadi ruang berkembangnya kreativitas, keberanian, dan potensi seni mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk berani tampil, berkarya, dan menginspirasi melalui talenta yang mereka miliki.

Berita