Medan, 23-25 Juni 2025 - Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kolaborasi internasional melalui pelaksanaan program “International Student Mobility” bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pulau Pinang, Malaysia. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam membuka akses mahasiswa vokasi terhadap pembelajaran lintas negara, pengalaman lintas budaya, serta pemahaman nyata terhadap praktik industri global.


Kegiatan ini melibatkan delegasi mahasiswa dan dosen vokasi yang menjalani serangkaian agenda akademik dan kultural selama tiga hari penuh. Salah satu momen menarik adalah kunjungan industri ke Jeruk Madu Pak Ali Food Industry, di mana Mahasiswa diajak langsung mengamati proses produksi dan manajemen distribusi UMKM lokal yang berhasil menembus pasar regional. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang industri pangan, tetapi juga memahami bagaimana branding dan inovasi menjadi kunci dalam bersaing di sektor ekonomi kreatif.

Selain itu, peserta mengikuti Kegiatan “heritage city tour” di pusat kota George Town yang dikenal sebagai kawasan warisan budaya dunia UNESCO. Lokasi-lokasi bersejarah seperti Masjid Kapitan Keling, Street Art Mural, Gereja St. George’s, dan Waterfront Esplanade menjadi saksi perjalanan mahasiswa dalam mengenal keragaman budaya, sejarah kolonial, dan kekayaan arsitektur Malaysia.

Nuansa akademik semakin terasa pada hari berikutnya melalui sesi Collaborative Teaching yang dibawakan oleh dosen Fakultas vokasi USU, Ibu Dr. Yasmin Chairunisa Muchtar, S.P., MBA. Materi yang disampaikan berfokus pada Digital Leadership, Digital Engagement, dan Sustainability Performance, memberikan wawasan strategis kepada mahasiswa dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di era Digital. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan Community Service Program yang melibatkan interaksi sosial di lingkungan UiTM, serta Collaborative Learning bersama mahasiswa tuan rumah. Dalam sesi ini, mahasiswa mengikuti praktik pembuatan permen sebagai bagian dari pembelajaran kolaboratif yang aplikatif dan menyenangkan.

Kegiatan ditutup dengan Pemberian Cenderamata dan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, yang diisi dengan diskusi seputar peluang magang internasional serta pengenalan terhadap peran diplomasi pendidikan. Mahasiswa juga memahami lebih jauh bagaimana pemerintah hadir mendukung pelajar Indonesia di luar negeri dan mendorong kontribusi mahasiswa sebagai bagian dari representasi bangsa.

Program mobility ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan pengalaman lintas batas yang membuka wawasan, menumbuhkan jejaring global, serta membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa vokasi yang adaptif, inklusif, dan visioner.