> Berita > Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Mengikuti Simposium Internasional Membahas Sejarah Global dan Perdamaian
Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Mengikuti Simposium Internasional Membahas Sejarah Global dan Perdamaian
Dipublikasi Pada
04 April 2026
Dipublikasi Oleh
Nurul Juliani, S.Si
Thumbnail Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Mengikuti Simposium Internasional Membahas Sejarah Global dan Perdamaian
Sejarah mengajarkan, pendidikan menyatukan ¬—Symposium Internasional, menjadi pengingat bahwa langkah kecil menuju perdamaian dunia dimulai dari diri sendiri.
Zoom Meeting, 04 April 2026 —Mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara berpartisipasi dalam kegiatan One-Day International Symposium bertajuk “Connecting History with the Present: Remembering the Nanpō Tokubetsu Ryugakusei” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan peneliti internasional untuk membahas keterkaitan sejarah, pendidikan, dan nilai perdamaian dalam konteks global.Simposium ini menyoroti pengalaman mahasiswa Asia Tenggara di Jepang pada masa lalu, khususnya yang terdampak oleh peristiwa bom atom Hiroshima.
Dalam pemaparan para narasumber, peserta diajak memahami bagaimana sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi refleksi untuk membangun masa depan yang lebih damai dan berkelanjutan.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari akademisi internasional, Professor Tan Sri. Dzulkifli Abdul Razak, Dr. Nazirah Lee, dan Dr. Yuji Hirano. Mereka membahas dampak historis terhadap mahasiswa Asia Tenggara serta pentingnya kolaborasi pendidikan lintas negara. Professor Tan Sri. Dzulkifli Abdul Razak menegaskan tujuan pendidikan tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk individu yang memahami makna perdamaian.
“The purpose of education is to understand what peace is all about. Start with ourselves as peaceful beings before extending peace across the world,”
Pernyataan tersebutmenegaskan bahwa pendidikan juga berperan dalam menciptakan karakter, empati, dan rasa kemanusiaan.
Selain itu, peserta juga diberi kesempatan melihat berbagai dokumentasi sejarah melalui pameran yang berkaitan dengan Hiroshima Peace Memorial Museum. Kisah individu seperti Syed Omar dan Nik Yusof turut diangkat sebagai bagian dari sejarah pelajar Asia Tenggara di Jepang yang memeberikan gambaran nyata tentang dampak perang serta pentingnya pembelajaran dari masa lalu.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Akuntansi Sektor Publik dalam memperluas wawasan internasional serta membangun perspektif global mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami isu-isu global, meningkatkan sensitivitas terhadap nilai kemanusiaan, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam dunia profesional yang semakin terhubung secara global.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, perdamaian, dan kemitraan global. Partisipasi dalam forum internasional diharapkan dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan karakter mahasiswa vokasi.