Medan, 26 September 2026 — Setelah mengikuti rangkaian kegiatan akademik, kunjungan budaya, dan industry visit, delegasi Malaysia bersama panitia International Summer Course 2026 melanjutkan perjalanan dengan mengenal lebih dekat Kota Medan melalui kegiatan city tour pada Sabtu pagi.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan rombongan menuju kawasan Kesawan, salah satu kawasan bersejarah di Kota Medan. Dari kawasan tersebut, peserta mengikuti agenda wisata kota dengan pembagian kegiatan secara bergantian. Sebagian peserta mengikuti perjalanan menggunakan bus city tour, sementara peserta lainnya mengisi waktu dengan mengunjungi Senghap 1881 Kesawan untuk melihat sekaligus memilih berbagai oleh-oleh khas Medan.
Bagi peserta yang mengikuti city tour, perjalanan menjadi kesempatan untuk melihat Kota Medan dari sudut pandang yang berbeda. Dengan menggunakan bus pariwisata, para delegasi diajak melintasi sejumlah kawasan dan tempat bersejarah sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah serta perkembangan Kota Medan.
Konsep wisata kota seperti ini juga sejalan dengan keberadaan Bus Wisata Kota Medan yang dikembangkan Pemerintah Kota Medan bersama Bank Sumut sebagai sarana untuk memperkenalkan objek dan warisan sejarah kota kepada masyarakat maupun wisatawan. Bus wisata tersebut secara khusus diarahkan untuk membantu wisatawan mengenal kekayaan sejarah Kota Medan melalui perjalanan menyusuri sejumlah kawasan kota.
Dalam perjalanan, para delegasi tidak hanya melihat bangunan dan ruas jalan yang mereka lalui, tetapi juga mendengarkan cerita mengenai tempat-tempat bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan Kota Medan.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif berbeda bagi peserta yang sebelumnya lebih banyak mengenal Sumatera Utara melalui Danau Toba, Samosir, dan lingkungan industri. Jika kunjungan sebelumnya memperkenalkan sisi alam, budaya, dan industri Sumatera Utara, city tour kali ini membawa peserta untuk melihat karakter Kota Medan sebagai ruang perkotaan yang tumbuh dengan keberagaman sejarah dan aktivitas masyarakatnya.
Sementara sebagian peserta mengikuti city tour, delegasi yang belum mendapatkan giliran perjalanan bus diarahkan untuk mengunjungi Senghap 1881 Kesawan. Berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 1, Kesawan, Senghap 1881 tercatat dalam portal Dinas Pariwisata Kota Medan sebagai bangunan bersejarah yang telah direvitalisasi dan kini menghadirkan fungsi sebagai pusat kuliner, galeri museum, serta pusat oleh-oleh produk UMKM Sumatera Utara.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan para delegasi untuk mencari buah tangan yang akan dibawa pulang ke Malaysia. Beberapa mahasiswa terlihat berdiskusi dengan buddy masing-masing untuk meminta rekomendasi mengenai oleh-oleh khas Medan yang layak mereka bawa untuk keluarga maupun teman.
Interaksi sederhana tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kegiatan. Para buddy tidak hanya mendampingi perjalanan, tetapi juga berperan sebagai teman berbagi informasi mengenai pilihan makanan dan cendera mata yang dapat menjadi kenang-kenangan dari Sumatera Utara.

Beberapa delegasi lainnya tampak menikmati suasana sambil mengabadikan momen melalui foto dan video. Pilihan oleh-oleh yang dikenal dari Medan antara lain bika ambon, bolu gulung, teri Medan, sirup markisa, dan berbagai produk kuliner lainnya. Ragam tersebut mencerminkan kekayaan kuliner Sumatera Utara yang selama ini menjadi bagian dari pengalaman wisata di Kota Medan.
Menjelang tengah hari, seluruh rombongan kemudian bergerak menuju Sun Plaza. Para delegasi diberikan waktu hingga sore hari untuk berjalan-jalan, makan siang, serta melanjutkan pencarian oleh-oleh berdasarkan daftar yang telah mereka siapkan. Suasana berlangsung santai. Setelah beberapa hari mengikuti rangkaian kegiatan dengan jadwal yang cukup padat, waktu di pusat perbelanjaan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menikmati waktu secara lebih bebas bersama teman-teman maupun buddy mereka.

Bagi sebagian delegasi, momen tersebut juga menjadi kesempatan terakhir untuk melengkapi buah tangan sebelum meninggalkan Sumatera Utara. Tidak hanya mahasiswa, pengalaman selama rangkaian perjalanan juga mendapat tanggapan dari salah satu dosen delegasi Malaysia. Ketika ditanya mengenai pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan di Danau Toba, ia menyebut pengalaman baru, pemandangan yang indah, makanan, serta suasana sejuk sebagai beberapa hal yang menarik. Namun, menurutnya, perjalanan menuju Samosir dan kesempatan melihat langsung budaya Batak Toba menjadi bagian yang paling berkesan.
“Yang the best jalan ke Samosir, lihat budaya,” ujarnya.
Sementara mengenai Kota Medan, ia melihat Medan sebagai kota yang berkembang dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.
“Medan maju kali, tiba sampai udah nampak kedai semua, tapi macatnya lumayan,” tuturnya.
Pengalaman kuliner juga menjadi bagian yang tidak terlupakan. Dari berbagai makanan yang dicicipinya selama perjalanan, ikan dengan sambal dabu-dabu di Vhi Vhi Restaurant menjadi salah satu yang paling disukainya. Ketika ditanya mengenai keinginannya jika kembali mengunjungi Medan, ia menyampaikan ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih banyak tempat bersejarah di Kota Medan. Bahkan, ia memiliki gagasan untuk membuat permainan kecil yang berkaitan dengan tempat-tempat bersejarah tersebut pada kesempatan mendatang.
City tour Medan menjadi bagian yang melengkapi pengalaman delegasi Malaysia selama mengikuti rangkaian International Summer Course 2026. Setelah sebelumnya mengenal panorama Danau Toba, kearifan lokal Batak Toba di Samosir, serta proses industri di PKS Sei Mangkei, peserta kini diajak melihat sisi lain Sumatera Utara melalui kehidupan dan sejarah Kota Medan.
Perjalanan tersebut tidak hanya memperlihatkan bangunan atau tempat wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman sederhana yang membentuk kenangan: berdiskusi dengan buddy untuk memilih oleh-oleh, mengabadikan perjalanan, menikmati makan siang bersama, hingga berjalan-jalan di pusat kota.
Bagi delegasi Malaysia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal Medan bukan hanya sebagai tempat persinggahan, tetapi sebagai kota dengan sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat yang beragam.
Dengan demikian, perjalanan city tour menjadi salah satu penutup yang memperkaya rangkaian field visit International Summer Course 2026 sebuah perjalanan yang mempertemukan pembelajaran, wisata, budaya, dan kebersamaan lintas negara.