Medan, 27 September 2026 — Rangkaian perjalanan delegasi Malaysia dalam International Summer Course 2026 resmi berakhir pada Minggu pagi. Selama berada di Sumatera Utara, delegasi Malaysia tidak hanya mengikuti agenda yang telah disiapkan. Mereka juga memperoleh pengalaman yang beragam mulai dari mempelajari materi akademik, melihat langsung proses industri, mencicipi kuliner Indonesia, mengenal budaya Batak Toba, hingga menikmati suasana Kota Medan bersama buddy masing-masing.

Setiap pengalaman meninggalkan cerita yang berbeda bagi peserta. Ada yang paling mengingat perjalanan ke Samosir, ada yang terkesan dengan keramahan masyarakat, ada yang menikmati makanan Indonesia, dan ada pula yang justru mengingat momen sederhana seperti bernyanyi bersama dalam perjalanan. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman internasional tidak selalu terbentuk dari kegiatan formal. Interaksi sehari-hari, percakapan, perjalanan, makan bersama, hingga tawa yang muncul di sela-sela agenda turut menjadi bagian dari pembelajaran lintas budaya.

Di tengah suasana tersebut, terselip harapan untuk dapat kembali bertemu pada kesempatan berikutnya. Keinginan beberapa delegasi untuk kembali berpartisipasi apabila International Summer Course kembali diselenggarakan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meninggalkan pengalaman belajar, tetapi juga membuka hubungan yang ingin terus dijaga.

Keberangkatan berlangsung sederhana. Para delegasi diantar oleh para buddy, perwakilan dosen, serta Ketua Panitia International Summer Course 2026, Dr. Sambas Ade Kesuma, S.E., M.Si., Ak., CA. Tidak ada prosesi pelepasan secara formal pada pagi tersebut. Namun, suasana perpisahan tetap terasa setelah para peserta menghabiskan beberapa hari bersama dalam berbagai rangkaian kegiatan. Tidak ada pula agenda pertukaran cenderamata pada hari kepulangan. Sebelumnya, para delegasi dan buddy telah saling memberikan kenang-kenangan setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan di Kota Medan. Cenderamata tersebut menjadi bagian kecil dari berbagai kenangan yang dibawa pulang masing-masing peserta.

Bagi para buddy, keberadaan delegasi Malaysia juga memberikan pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menjalankan peran sebagai pendamping selama kegiatan, tetapi turut menjadi teman berbagi cerita, membantu mengenalkan lingkungan sekitar, serta menemani delegasi menikmati berbagai pengalaman selama berada di Sumatera Utara. Keinginan untuk kembali mengikuti program serupa menjadi salah satu kesan yang muncul dari para delegasi Malaysia sepanjang rangkaian kegiatan.

Dalam wawancara sebelumnya, Najwa, mahasiswa Accountancy dari UiTM, menyampaikan bahwa ia akan kembali mengikuti program tersebut apabila mendapat kesempatan. Baginya, International Summer Course memberikan banyak ruang untuk belajar sekaligus menikmati pengalaman baru. Hal serupa disampaikan Aidil, mahasiswa Accountancy UUM, yang melihat program lintas negara seperti ini sebagai kesempatan bagi peserta dari berbagai negara untuk saling belajar, bertukar pengetahuan, dan membangun koneksi. Sementara itu, Annisya Helmi dan Aliyah Fareha dari UUM juga melihat pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh lebih banyak pengalaman internasional dan membangun koneksi dengan orang-orang dari berbagai negara.

Harapan tersebut membuat kepulangan delegasi tidak sepenuhnya menjadi akhir. Ada kemungkinan bahwa pertemuan yang bermula melalui International Summer Course 2026 dapat kembali berlanjut dalam bentuk pengalaman internasional maupun kolaborasi lainnya pada masa mendatang.

Pada akhirnya, yang berakhir bukanlah hubungan yang telah terbangun, melainkan hanya perjalanan mereka di Sumatera Utara. Para delegasi meninggalkan Medan dengan membawa pengalaman, cerita, dan persahabatan yang diharapkan dapat mempertemukan mereka kembali di masa mendatang.