Medan, 25 Juli 2026 — Program Studi Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri di Badan Kenaziran Masjid (BKM) Imanurrahman melalui program bertajuk Digitalisasi Pencatatan Keuangan Masjid Berbasis Cloud sebagai Upaya Penguatan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel. Kegiatan ini bertujuan membantu pengurus masjid meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan PKM dilatarbelakangi oleh sejumlah permasalahan yang dihadapi BKM Imanurrahman, di antaranya pencatatan administrasi dan keuangan yang masih dilakukan secara manual dan belum terstandarisasi, rendahnya transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana masjid, serta keterbatasan kompetensi digital pengurus dalam mendukung tata kelola organisasi yang lebih modern.

Melalui kegiatan tersebut, tim PKM yang dipimpin Ketua Program Studi Akuntansi Sektor Publik bersama dosen dan mahasiswa memperkenalkan Aplikasi Amanah Masjid, sebuah sistem informasi yang dirancang untuk membantu pengurus masjid mengelola administrasi dan keuangan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Kegiatan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga disertai pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung penggunaan aplikasi sehingga peserta dapat memahami penerapan sistem dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

Aplikasi Amanah Masjid dikembangkan berdasarkan konsep siklus akuntansi dan mampu mengintegrasikan proses pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan secara otomatis. Sistem ini dilengkapi dengan modul pengelolaan data akun, pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas, jurnal umum, serta penyajian berbagai laporan keuangan, seperti buku besar, neraca saldo, laporan arus kas, laporan aktivitas, hingga laporan persediaan. Dengan sistem tersebut, proses penyusunan laporan menjadi lebih efisien sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pencatatan yang kerap terjadi pada sistem manual.

Dosen Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Andy Mulia, menjelaskan bahwa digitalisasi pencatatan keuangan merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola organisasi keagamaan. Menurutnya, pencatatan manual masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti tingginya risiko human error, kehilangan data, serta sulitnya melakukan penelusuran riwayat transaksi. Sementara itu, sistem berbasis digital memungkinkan data diakses secara lebih cepat oleh pihak yang berwenang, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

"Melalui pengenalan sistem ini, kami ingin membantu proses pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi lebih tertata, mudah diakses, dan mampu mendukung transparansi pengelolaan keuangan, baik kepada pengurus maupun jamaah," ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ketua BKM Imanurrahman, Drs. Jumaidi AW., M.Si., Ak., beserta jajaran pengurus masjid. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi diskusi dan praktik penggunaan aplikasi. Salah satu masukan yang disampaikan pengurus adalah perlunya pengembangan fitur approval pada sistem untuk mendukung mekanisme pengendalian internal dalam pengelolaan keuangan masjid.

Melalui pendampingan yang diberikan, pengurus BKM telah mampu mempraktikkan penggunaan aplikasi sebagai langkah awal menuju digitalisasi administrasi dan pencatatan keuangan masjid. Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan berperan sebagai pendamping implementasi sistem, mulai dari membantu pengurus memahami alur penggunaan aplikasi hingga memastikan proses transisi dari pencatatan manual menuju sistem digital berjalan dengan baik.

Sebagai luaran kegiatan, tim PKM menghasilkan teknologi tepat guna berupa Aplikasi Amanah Masjid, publikasi media massa, kerja sama yang dituangkan dalam Implementation Arrangement (IA), serta video dokumentasi kegiatan yang dipublikasikan melalui kanal YouTube.

Selanjutnya, Program Studi Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi USU akan melanjutkan pendampingan melalui pengembangan sistem sesuai kebutuhan mitra, termasuk penyempurnaan fitur yang dibutuhkan pengurus masjid, pelatihan lanjutan, serta pendampingan pascaimplementasi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, program studi berharap digitalisasi pengelolaan keuangan masjid tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi yang baik dalam pengelolaan dana umat.