Medan, 22 September 2026 – Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Workshop tentang Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Aula Fakultas Vokasi USU. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas wawasan serta memahami perkembangan metrologi, khususnya dalam pengujian UTTP dan kebutuhan kompetensi di dunia industri. Workshop dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Ketua Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi, dosen, serta mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan kata sambutan oleh Ketua Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi, Dona Tiara Lubis, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan pengalaman langsung dari para praktisi di bidang metrologi. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami penerapan metrologi tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia industri.

Selanjutnya, Wakil Dekan bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Junedi Ginting, S.Si., M.Si., turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan industri tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perkembangan dan tantangan bidang metrologi.

Selain workshop, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan IA (Implementation Agreement) sebagai bentuk tindak lanjut dan penguatan kerja sama antara Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Vokasi USU dengan mitra terkait.
Penandatanganan IA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi kerja sama secara lebih konkret, khususnya dalam pengembangan kegiatan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta keterhubungan antara perguruan tinggi dengan dunia profesional dan industri di bidang metrologi. Setelah rangkaian sambutan dan penandatanganan IA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh para narasumber.

Narasumber pertama, Badia Raja H. Siregar, Kepala Unit Pengelola Metrologi Provinsi DKI Jakarta, hadir secara hybrid melalui Zoom dengan materi berjudul “Peran Strategis Pengujian UTTP dalam Menjamin Keadilan dalam Perdagangan.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya metrologi dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap aktivitas masyarakat memiliki keterkaitan dengan kegiatan pengukuran, mulai dari membeli bahan bakar minyak (BBM), membeli kebutuhan pokok di pasar, menggunakan meter listrik dan meter air, hingga berbagai aktivitas lainnya yang melibatkan alat ukur.
Kebenaran hasil pengukuran menjadi salah satu dasar dalam menciptakan keadilan dalam transaksi perdagangan. Sebaliknya, hasil pengukuran yang tidak benar berpotensi menimbulkan kerugian bagi pihak yang melakukan transaksi. Oleh karena itu, pengujian dan pengawasan terhadap UTTP memiliki peran penting dalam memastikan alat ukur yang digunakan memenuhi ketentuan dan memberikan hasil pengukuran yang benar.
Sesi berikutnya menghadirkan Dwi Budi Prasetyo, S.T., Manajer Operasional PT Dakara Prima Indonesia, yang menyampaikan materi “Kesiapan Kompetensi Teknisi Metrologi Muda dalam Menghadapi Industri Modern.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa metrologi memiliki tiga bidang utama, yaitu metrologi ilmiah, yang mencakup penetapan satuan, metode pengukuran, dan standar pengukuran; metrologi legal, yang berkaitan dengan regulasi hukum, perlindungan konsumen, dan perdagangan yang adil; serta metrologi industri, yang mencakup pengukuran, kalibrasi, dan pengendalian mutu.
Paparan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kebutuhan kompetensi teknisi metrologi di tengah perkembangan industri modern. Kompetensi teknis, pemahaman terhadap standar pengukuran, serta kemampuan menerapkan prinsip metrologi menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan oleh calon tenaga profesional di bidang metrologi dan instrumentasi.
Selanjutnya, Alno Kuniawan, S.T., M.T., Kepala BSML Regional I Medan, menyampaikan materi mengenai “Metode Pengujian Lapangan dan Analisis Ketidakpastian Pengukuran pada Alat UTTP.” Materi ini membahas salah satu konsep penting dalam metrologi, yaitu ketidakpastian pengukuran.
Ketidakpastian pengukuran merupakan parameter non-negatif yang menggambarkan dispersi nilai besaran yang diatribusikan kepada measurand berdasarkan informasi yang digunakan. Pemahaman terhadap konsep tersebut menjadi penting dalam kegiatan pengukuran dan pengujian karena dapat membantu memastikan hasil pengukuran disampaikan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui workshop ini, mahasiswa D3 Metrologi dan Instrumentasi memperoleh kesempatan untuk mendapatkan wawasan langsung dari para praktisi dan profesional di bidang metrologi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan metrologi dalam perdagangan dan industri, sekaligus mempersiapkan kompetensi mereka agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Workshop UTTP ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi dalam memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik, praktik profesional, regulasi metrologi, dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran metrologi dalam kehidupan masyarakat maupun dunia industri.