home icon
search icon
menu icon

> Berita > PUBLISIA 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Gagasan Masa Depan Cashless Society

PUBLISIA 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Gagasan Masa Depan Cashless Society

Dipublikasi Pada

09 Mei 2026

Dipublikasi Oleh

Nurul Juliani, S.Si

PUBLISIA 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Gagasan Masa Depan Cashless Society
Thumbnail PUBLISIA 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Sektor Publik Jadi Panggung Gagasan Masa Depan Cashless Society
Bukan sekedar kompetisi akademik, PUBLISIA 2026 menjadi wadah lahirnya gagasan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu global masa kini.

Medan, 30 April 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara sukses menyelenggarakan PUBLISIA (Public Ideas & Student Insight Arena) Competition 2026, sebuah kompetisi esai tingkat nasional yang mengangkat tema “Tren Cashless Society terhadap SDGs”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan inovatif terkait perkembangan masyarakat digital serta kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Mengangkat isu cashless society, PUBLISIA tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis esai, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, inovatif, dan solutif terhadap berbagai tantangan sosial di era transformasi digital. Melalui tema yang relevan dengan perkembangan zaman, peserta diajak untuk tidak sekadar menyampaikan opini, melainkan menghadirkan ide yang memiliki potensi implementasi nyata di tengah masyarakat.

 

Ketua panitia menyampaikan bahwa pemilihan tema tersebut didasarkan pada perubahan pola hidup masyarakat yang kini semakin mengutamakan efisiensi melalui sistem pembayaran digital. Kehadiran teknologi seperti QRIS dinilai telah membawa perubahan besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat karena transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

 

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menyalurkan ide dan inovasi mereka terkait tren cashless society terhadap SDGs melalui PUBLISIA Competition,” ujarnya.

 

Kompetisi ini diikuti oleh 33 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), hingga Politeknik Keuangan Negara STAN. Seluruh proses penilaian dilaksanakan secara daring, sementara pengumuman pemenang dilakukan pada malam Gala Dinner yang menjadi puncak rangkaian kegiatan.

 

Proses penilaian PUBLISIA Competition melibatkan dewan juri dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi akademik, yaitu Sambas Ade Kesuma, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik USU, Assoc. Prof. Dr. Debbi Chyntia Ovami, S.Pd., M.Si., CBV., CIIQA., CERA dari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, serta Syafira Ulya Firza, S.Ak., M.Si. dari Universitas Mikroskil. Kehadiran dewan juri lintas institusi tersebut semakin memperkuat kualitas penilaian sekaligus menunjukkan komitmen PUBLISIA dalam menghadirkan kompetisi akademik yang objektif dan berkualitas.

 

Salah satu dewan juri, Syafira Ulya Firza, S.Ak., M.Si. dari Universitas Mikroskil, mengungkapkan bahwa kualitas karya peserta tahun ini cukup mengejutkan dan melampaui ekspektasinya. Menurutnya, berbagai karya yang masuk tidak hanya mengangkat isu sosial, tetapi juga menyoroti persoalan global yang relevan dengan perkembangan digitalisasi dan keberlanjutan.

 

“Yang membuat saya cukup kaget adalah peserta tidak hanya menggunakan AI secara mentah-mentah. Itu terlihat dari bagaimana mereka mampu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam karya mereka. Selain itu, isu yang diangkat juga tidak hanya isu sosial, tetapi sudah sampai pada isu global,” ungkapnya.

 

Ia juga menilai bahwa banyak ide yang dipresentasikan peserta memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi startup nyata. Menurutnya, beberapa peserta bahkan mampu meyakinkan juri terhadap potensi ide bisnis yang mereka tawarkan, meskipun sebagian besar masih berada pada tahap proposal.

 

“Semua peserta punya ide yang menarik. Namun, yang membuat sebuah tim menonjol adalah ketika mereka benar-benar yakin dengan produk yang mereka tawarkan. Cara mereka berbicara bisa membuat pendengar percaya bahwa ide tersebut memang bagus dan layak dikembangkan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Syafira menyampaikan bahwa kegiatan seperti PUBLISIA memiliki dampak positif dalam meningkatkan engagement mahasiswa terhadap isu-isu terkini sekaligus melatih pola pikir kritis generasi muda.

 

“Kompetisi seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan awareness mahasiswa terhadap isu terkini dan melatih mahasiswa untuk berpikir lebih jauh,” ujarnya.

 

Selain menjadi ajang kompetisi akademik, PUBLISIA juga menghadirkan ruang diskusi dan pertukaran gagasan antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Momen Gala Dinner menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam rangkaian kegiatan karena mempertemukan panitia, peserta, dan para pemenang secara langsung untuk saling berbagi pandangan mengenai inovasi digital dan masa depan cashless society di Indonesia.

 

Secara keseluruhan, PUBLISIA Competition 2026 tidak hanya menjadi wadah kompetisi esai nasional, tetapi juga mencerminkan kualitas pemikiran generasi muda Indonesia dalam merespons tantangan era digital. Melalui ide-ide inovatif yang lahir dari kompetisi ini, mahasiswa menunjukkan bahwa transformasi digital tidak sekadar tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Berita