Medan, 17 Oktober 2025 - Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Vokasi Berbasis Project dan Case Method yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi metode pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di dunia industri.
Kegiatan terbagi menjadi dua sesi utama, yaitu Sharing Session yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, dan Coaching Clinic yang digelar secara luring pada Jumat, 17 Oktober 2025 di Aula Mikie Wijaya Hall FEB USU. Acara dihadiri oleh para Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), serta Dosen homebase dari setiap program studi di lingkungan Fakultas Vokasi USU.
Sesi Coaching Clinic diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan II Fakultas Vokasi USU, Dr. Yasmin Chairunisa Muchtar, S.P., MBA., yang dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan metode Project-Based Learning (PjBL) dan Case Method sebagai wujud nyata pembelajaran vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Usai sambutan, dilakukan penyerahan cenderamata kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di Fakultas Vokasi USU. Sesi materi dipandu oleh Juli Novita Sari, S.Si., M.Si., yang memandu jalannya kegiatan dengan hangat dan interaktif.

Pemateri pertama, Ria Anggraini, S.ST., MBA., CDTP, membawakan topik “Perancangan Pembelajaran Berbasis Project dan Case Method di Pendidikan Vokasi”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya merancang kegiatan belajar yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran (student-centered learning). Ria Anggraini menekankan bahwa pendekatan berbasis proyek dan studi kasus memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan analitis, komunikasi, dan kolaborasi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Selanjutnya, Hamdani Arif, S.Pd., M.Sc. menyampaikan materi mengenai “Implementasi dan Evaluasi Efektivitas Project-Based Learning dan Case Method”. Ia menguraikan tahapan pelaksanaan metode pembelajaran ini, mulai dari perencanaan proyek, pembentukan tim mahasiswa, monitoring kemajuan, hingga asesmen berbasis kinerja (performance assessment). Hamdani juga menjelaskan pentingnya rubrik penilaian yang objektif dan transparan serta berbagi strategi dalam mengatasi tantangan implementasi di kelas vokasi.
Setelah penyampaian kedua materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dosen aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus di masing-masing prodi.
Workshop ditutup dengan penyampaian kesimpulan yang menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran berkelanjutan, sinergi antara akademik dan industri, serta kesiapan dosen dalam merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mencetak lulusan vokasi yang kreatif, solutif, dan kompetitif di era modern.