Medan, 23 September 2025 – Program Studi D-3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Workshop Uji Kompetensi Dasar Kemetrologian pada Selasa (23/9) di Ruang Serbaguna FMIPA USU. Kegiatan ini diikuti secara luring dan hybrid melalui Zoom, serta dihadiri oleh mahasiswa yang berkeinginan meniti karier sebagai ASN maupun P3K. Workshop ini juga mengacu pada ketentuan Permenpan-RB Tahun 2023, di mana skor kompetensi kemetrologian memiliki bobot 20% dalam seleksi. Acara dibuka oleh MC Dona Tiara Lubis, S.T., M.T., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.


Rangkaian kegiatan kemudian dibuka secara resmi melalui kata sambutan Dekan Fakultas Vokasi USU, Prof. Dr. Isfenti Sadalia, SE., ME., yang menekankan pentingnya pemahaman kompetensi dasar kemetrologian bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi persaingan kerja, khususnya di sektor pemerintahan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Direktorat Metrologi, Sri Astuti, S.Si., M.Si., yang mengapresiasi terselenggaranya workshop ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan praktis di bidang metrologi.

Sementara itu, Ketua Program Studi D-3 Metrologi dan Instrumentasi, Junedi Ginting, S.Si., M.Si., menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

Memasuki sesi materi, workshop menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan secara daring oleh Vera Firmansyah, M.Si., yang membahas peneraan Pompa Ukur Bahan Bakar Minyak (PUBBM). Dalam pemaparannya, Vera menekankan pentingnya proses peneraan dalam menjamin ketepatan takaran bahan bakar di SPBU. Proses kalibrasi ini tidak hanya berfungsi menjaga akurasi hasil ukur, tetapi juga menjadi wujud perlindungan konsumen sesuai dengan regulasi kemetrologian legal.

Materi kedua dilanjutkan secara luring oleh Kurniati Anisa, S.T., M.Kom., yang mengulas peneraan timbangan mekanik dan elektronik. Beliau menjelaskan bagaimana perbedaan teknis pada kedua jenis timbangan tersebut menuntut metode pemeriksaan yang berbeda. Mahasiswa diajak memahami prosedur peneraan yang tepat agar alat ukur tetap sesuai standar, serta diberikan contoh kendala teknis yang sering dijumpai di lapangan.

Masih bersama Kurniati Anisa, S.T., M.Kom.,, sesi berikutnya mengulas pengelolaan Sistem Unit Metrologi Legal (SUML) serta penerapan ISO 17025. Pada materi ini, mahasiswa diperkenalkan pada prinsip-prinsip manajemen mutu laboratorium yang diakui secara internasional. Penerapan ISO 17025 menjadi penting karena berkaitan erat dengan kredibilitas hasil pengujian maupun kalibrasi di laboratorium, sehingga mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana standar mutu ini dapat diterapkan di dunia kerja.

Seluruh rangkaian materi dipandu oleh moderator Lukman Hakim, S.Si., M.Si. yang memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, di mana mereka aktif menggali lebih dalam tentang praktik kemetrologian dan relevansinya dengan dunia industri maupun instansi pemerintah.

Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai uji kompetensi dasar kemetrologian, tetapi juga mendapatkan bekal penting untuk menghadapi seleksi karier, termasuk ASN dan P3K, dengan pemahaman regulasi yang berlaku. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Fakultas Vokasi USU dalam mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing tinggi di bidang metrologi.