Medan, 7 September 2026 — Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU), turut mengikuti sesi perdana International Summer Course 2026. Sesi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut mengangkat topik “Artificial Intelligence for Business and Accounting Transformation” dan menghadirkan Bapak Suhizaz Sudin dari Universiti Malaysia Perlis sebagai narasumber.
Dimulai pada pukul 09.00 WIB setelah rangkaian pembukaan International Summer Course 2026, sesi ini memberikan perspektif mengenai perkembangan artificial intelligence (AI) dan pengaruhnya terhadap dunia bisnis serta profesi akuntansi. Pembahasan tidak hanya menempatkan AI sebagai teknologi untuk mengotomatisasi pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan cara organisasi mengolah dan memanfaatkan data untuk mendukung proses analisis dan perencanaan.
Dalam pemaparannya, Bapak Suhizaz Sudin menjelaskan bagaimana AI dapat memproses data bisnis secara berkelanjutan sehingga data tidak hanya menjadi catatan mengenai kondisi masa lalu, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan forecasting dan memberikan gambaran mengenai kemungkinan kondisi yang akan datang. Perspektif tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital turut menggeser peran profesi akuntansi menuju pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analitis dan pemahaman teknologi yang semakin kuat.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian dalam sesi diskusi adalah kesiapan mahasiswa menghadapi Accounting 4.0. Dalam konteks tersebut, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis di bidang akuntansi, tetapi juga perlu mengembangkan soft skills dan kompetensi teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Bapak Suhizaz Sudin menekankan pentingnya technological competency bagi calon profesional akuntansi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi atau AI, tetapi mampu memahami bagaimana teknologi digunakan, menentukan teknologi yang sesuai, serta memanfaatkannya secara tepat dalam menyelesaikan persoalan bisnis dan akuntansi.
Perspektif tersebut menjadi relevan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik, terutama dalam menghadapi lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi. Penguasaan teknologi dapat menjadi pendukung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis sekaligus memahami bagaimana informasi akuntansi digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Diskusi juga membahas pentingnya professional judgment dalam pemanfaatan teknologi. AI dapat membantu mengidentifikasi anomali dalam transaksi dan memberikan tanda terhadap data yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Namun, hasil teknologi tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk memahami konteks, melakukan analisis, dan memberikan pertimbangan profesional.
Pembahasan lainnya menyoroti penggunaan stress testing dalam menghadapi berbagai skenario bisnis. Peserta diperkenalkan pada pentingnya memahami skenario, instrumen, serta parameter yang digunakan sebelum membangun model pengujian. Penggunaan kode dan pemodelan dapat membantu menggabungkan berbagai parameter sehingga skenario dapat diuji dan dianalisis secara lebih sistematis.
Sesi ini juga memberikan gambaran mengenai kompetensi teknologi yang semakin relevan untuk dipertimbangkan dalam pendidikan akuntansi. Integrasi antara akuntansi dan Accounting Information System (AIS), programming, database, perencanaan sistem informasi, artificial intelligence, machine learning, serta modelling menjadi bagian dari kompetensi yang dapat mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan profesi.
Bagi mahasiswa Akuntansi Sektor Publik, pemahaman tersebut memberikan wawasan bahwa perkembangan teknologi tidak berdiri sendiri di luar bidang akuntansi. Sebaliknya, teknologi menjadi bagian yang semakin terintegrasi dengan proses pengolahan informasi, analisis, dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Menariknya, sesi tanya jawab juga mengangkat pertanyaan mengenai apakah AI mampu menghasilkan keputusan bisnis yang lebih baik dibandingkan manajer berpengalaman. Menanggapi hal tersebut, Bapak Suhizaz Sudin menjelaskan bahwa AI pada dasarnya berfungsi untuk membantu manusia dalam pengambilan keputusan, bukan menggantikan pengalaman dan pertimbangan manusia.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi justru perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan manusia. Penguasaan AI perlu berjalan bersama dengan kemampuan analisis, professional judgment, pemahaman konteks, dan kemampuan menentukan keputusan yang tepat.
Sesi perdana ini memberikan pembelajaran internasional yang relevan bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik dalam memahami arah perkembangan profesi akuntansi di era digital. Selain memperoleh wawasan dari akademisi internasional, mahasiswa juga mendapatkan perspektif mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan lingkungan kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.
Melalui keikutsertaan dalam International Summer Course 2026, Program Studi Akuntansi Sektor Publik tidak hanya membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dari perspektif internasional, tetapi juga mendorong kesiapan mereka untuk menjadi lulusan yang mampu mengintegrasikan kompetensi akuntansi, teknologi, analisis data, dan professional judgment dalam menghadapi tantangan profesi di masa depan.