Medan, 4 Mei 2026 Program Studi D4 Manajemen Bisnis Pariwisata sukses menyelenggarakan kegiatan Tourism Business Innovation Bootcamp 2026 di kawasan wisata Bukit Lawang, Kabupaten Langkat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi salah satu implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui integrasi antara penguasaan teori, praktik lapangan, serta pengembangan inovasi bisnis pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan.

Mengangkat tema "Tourism Business Innovation Bootcamp 2026", kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari para praktisi hingga pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan ekowisata Bukit Lawang.

Hari pertama diawali dengan penyelenggaraan Integrated Ecotourism Talkshow: Membangun Ekosistem Wisata yang Tangguh dan Bertanggung Jawab yang berlangsung di Aula Wisma Leuser Sibayak. Talkshow menghadirkan narasumber dari berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Maruli Purba dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya konservasi alam sebagai fondasi utama dalam pengelolaan ekowisata di Bukit Lawang. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai upaya pelestarian keanekaragaman hayati, perlindungan habitat satwa liar, serta bagaimana aktivitas pariwisata harus berjalan selaras dengan prinsip konservasi agar keberlanjutan kawasan tetap terjaga.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Syamsudin perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Langkat, yang membahas peran strategis pemandu wisata dalam mendukung ekowisata berkelanjutan. Pada sesi ini mahasiswa dikenalkan pada kompetensi profesional yang harus dimiliki seorang pemandu wisata, mulai dari kemampuan interpretasi objek wisata, komunikasi lintas budaya, manajemen keselamatan wisatawan, hingga peran pemandu sebagai edukator dalam membangun kesadaran wisata yang bertanggung jawab.

Selanjutnya, Bapak Hanzalah Rangkuti, Owner Sumatera Trash Bank, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah di destinasi wisata. Beliau menjelaskan pentingnya penerapan prinsip ekonomi sirkular, pengurangan sampah dari sumbernya, edukasi kepada masyarakat dan wisatawan, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Rangkaian talkshow ditutup dengan pemaparan dari Owner Wisma Leuser Sibayak yang membagikan pengalaman nyata dalam mengelola usaha akomodasi di kawasan wisata Bukit Lawang. Materi yang disampaikan meliputi strategi membangun kualitas pelayanan, pengelolaan operasional akomodasi, menjaga kepuasan pelanggan, hingga tantangan dan peluang menjalankan usaha hospitality di kawasan ekowisata.

Memasuki hari kedua rangkaian Tourism Business Innovation Bootcamp 2026, mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Bisnis Pariwisata melaksanakan kegiatan observasi lapangan sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan aksi bersih destinasi wisata bekerja sama dengan Sumatera Trash Bank. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami dinamika industri pariwisata secara langsung, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari praktik pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan hari kedua diawali dengan observasi lapangan melalui pengamatan langsung terhadap kondisi destinasi wisata di Bukit Lawang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan wawancara dengan wisatawan, pengelola destinasi, dan pelaku usaha pariwisata untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi destinasi, memahami kebutuhan serta pengalaman wisatawan, dan menggali perspektif para pemangku kepentingan mengenai tantangan, peluang, serta strategi pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Setelah kegiatan observasi, mahasiswa melanjutkan rangkaian kegiatan dengan aksi bersih destinasi bersama Sumatera Trash Bank sebagai bentuk implementasi prinsip pariwisata berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berpartisipasi dalam membersihkan kawasan wisata, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan sampah sesuai jenisnya hingga pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan destinasi yang bersih, sehat, dan bertanggung jawab.

Melalui proses observasi dan pengumpulan data di lapangan, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek pengelolaan destinasi wisata, meliputi kualitas pelayanan, strategi pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan daya tarik wisata, serta penerapan prinsip-prinsip ekowisata. Seluruh data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi dan solusi inovatif yang dapat mendukung peningkatan daya saing serta keberlanjutan destinasi wisata.

Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan beberapa mata kuliah, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia Pariwisata, Manajemen Pemasaran Pariwisata, Ekowisata, dan Pengembangan Destinasi Wisata. Pendekatan multidisiplin tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep-konsep akademik secara teoritis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kolaboratif, dan problem solving melalui pengalaman langsung di lapangan.

Sebagai luaran kegiatan, setiap kelompok mahasiswa akan mengolah hasil observasi menjadi laporan analisis yang dipresentasikan di hadapan dosen dan mahasiswa lainnya. Selain itu, hasil analisis tersebut akan dikembangkan menjadi produk inovasi yang menawarkan solusi kreatif dan aplikatif terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan di destinasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Pada hari ketiga, mahasiswa mengikuti kegiatan Fun Day sebagai penutup rangkaian Tourism Business Innovation Bootcamp 2026. Berbeda dengan dua hari sebelumnya yang berfokus pada pembelajaran akademik dan observasi, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan pengalaman sebagai wisatawan secara langsung (experiential learning).

Mahasiswa melakukan trekking menyusuri kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser, mengunjungi Goa Kelelawar, serta menikmati keindahan ekosistem hutan tropis yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Sumatera. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan rafting menyusuri aliran Sungai Bahorok, salah satu atraksi wisata petualangan unggulan di Bukit Lawang. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa tidak hanya menikmati pengalaman wisata, tetapi juga mengamati secara langsung bagaimana produk wisata alam dikelola, bagaimana pengalaman wisatawan dibangun, serta bagaimana aspek pelayanan, dan konservasi diterapkan dalam aktivitas wisata berbasis alam.

Rangkaian Tourism Business Innovation Bootcamp 2026 menjadi wujud komitmen Program Studi D4 Manajemen Bisnis Pariwisata dalam menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman nyata, jejaring profesional, serta kemampuan menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter profesional, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan berpikir inovatif, serta kesiapan untuk menjadi pelaku dan penggerak industri pariwisata yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.