Medan, 10 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara kembali mengikuti rangkaian International Summer Course 2026. Peserta mengikuti sesi bertema “ERP and Intelligent Information Systems for Business Decision: from Integrated Data to Intelligent Decisions Towards a World-Class Plantation Company” bersama Dr. Suhendri, S.E., M.M., Director of Human Resources and Information Technology PTPN IV PalmCo, sebagai narasumber.
Sesi ini memberikan wawasan mengenai bagaimana penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) dan Intelligent Information Systems dapat mengubah pemanfaatan data dari pencatatan transaksi menjadi informasi yang mendukung pemahaman kondisi bisnis, analisis, hingga pengambilan keputusan yang tepat.
Dalam pemaparannya, Dr. Suhendri menjelaskan bahwa ERP pada dasarnya berperan dalam mengintegrasikan berbagai proses dan transaksi bisnis. Namun, nilai strategis dari sistem tersebut tidak berhenti pada kemampuan mencatat apa yang telah terjadi. Dalam konteks perusahaan perkebunan dengan aktivitas operasional yang tersebar di berbagai lokasi, tantangan utama terletak pada bagaimana data yang masuk ke dalam sistem mencerminkan kondisi aktual di lapangan. Ketidaksesuaian dapat terjadi ketika suatu aktivitas telah berlangsung, tetapi transaksi belum dicatat atau dicatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan sistem, tetapi juga dengan akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu data. ERP dapat membantu menjawab apa yang telah terjadi, sementara dashboard dan sistem informasi yang lebih cerdas dapat membantu memahami kondisi yang sedang berlangsung, menganalisis penyebab, serta memberikan gambaran mengenai kemungkinan yang akan terjadi. Dengan demikian, perkembangan sistem informasi membawa proses pengambilan keputusan dari sekadar merekam masa lalu, mengintegrasikan informasi, memahami dan mendukung keputusan untuk menghadapi kondisi saat ini dan masa mendatang.

Pembahasan juga memperluas pemahaman peserta mengenai pemanfaatan ERP dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dalam organisasi dengan jumlah tenaga kerja yang besar dan lokasi operasional yang tersebar, sistem terintegrasi dibutuhkan bukan hanya untuk mengetahui jumlah pegawai, tetapi juga memahami siapa yang bekerja, di mana mereka bekerja, bagaimana pekerjaan dilakukan, serta bagaimana kinerja tersebut dapat dikembangkan.
Dalam kegiatan operasional perkebunan, data kehadiran dan aktivitas pekerja di lapangan dapat dihubungkan dengan informasi pekerjaan yang dilakukan. Integrasi tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai hubungan antara tenaga kerja, aktivitas operasional, dan produktivitas.
Pemanfaatan ERP juga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan kompetensi dan kesenjangan kemampuan. Apabila suatu posisi membutuhkan kompetensi tertentu sementara masih terdapat kesenjangan pada tenaga kerja yang menjalankan fungsi tersebut, informasi yang terintegrasi dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
Perspektif tersebut menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai sarana administrasi, melainkan sebagai alat untuk mendukung pengembangan kapabilitas manusia dan peningkatan produktivitas organisasi.
Diskusi selanjutnya menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam implementasi ERP tidak semata-mata berada pada aspek teknologi. Keberhasilan sistem juga sangat bergantung pada keterpaduan antara manusia, proses bisnis, dan kualitas data.
Sistem dapat memproses transaksi secara otomatis, tetapi hasil informasi tetap bergantung pada bagaimana pengguna menjalankan proses dan memasukkan data. Apabila aktivitas di lapangan telah terjadi tetapi transaksi dicatat terlambat, menggunakan cost center yang tidak tepat, atau tidak sesuai dengan work order, sistem tetap dapat memproses data tersebut, tetapi informasi yang dihasilkan berpotensi tidak menggambarkan kondisi aktual.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting bagi perusahaan dengan aktivitas operasional yang luas dan tersebar secara geografis. Karena itu, diperlukan pemahaman proses yang sama, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta kesadaran mengenai pentingnya kualitas data di antara para pengguna sistem.
Dalam konteks ini, teknologi berfungsi sebagai alat, sedangkan manusia tetap memiliki peran penting dalam merancang proses, memasukkan dan memvalidasi data, memahami informasi, serta menentukan keputusan berdasarkan informasi tersebut.
Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Pada sesi ini, Bapak Ady Putra Sinambela selaku Subject Matter Expert PTPN Group turut memberikan tanggapan atas pertanyaan peserta dan melanjutkan pembahasan dari perspektif praktis perusahaan. Hal tersebut dilakukan karena Dr. Suhendri, S.E., M.M. harus mengikuti agenda meeting.

Diskusi memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara lebih konkret bagaimana konsep ERP dan sistem informasi cerdas diterapkan dalam lingkungan bisnis. Salah satu pembahasan menekankan perbedaan antara sistem yang berfungsi mencatat transaksi dengan sistem yang mampu mengolah data menjadi informasi untuk mendukung keputusan.
Peserta juga memperoleh gambaran bahwa kualitas keputusan sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia. Data yang terintegrasi perlu berasal dari proses bisnis yang berjalan dengan baik, dicatat secara akurat, serta tersedia pada waktu yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi manajemen.
Keterlibatan mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik dalam sesi ini memperluas pemahaman mengenai perkembangan peran akuntansi di tengah transformasi digital. Akuntansi tidak lagi hanya berkaitan dengan proses pencatatan dan pelaporan, tetapi juga berhubungan dengan bagaimana data bisnis diintegrasikan, dianalisis, dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pemahaman terhadap ERP dan Intelligent Information Systems menjadi relevan bagi mahasiswa karena sistem tersebut mempertemukan aspek akuntansi, teknologi informasi, proses bisnis, sumber daya manusia, serta pengambilan keputusan dalam satu ekosistem.
Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan perspektif bahwa keberhasilan transformasi digital bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan manusia, kedisiplinan proses, serta kemampuan organisasi dalam menghasilkan dan memanfaatkan informasi yang berkualitas.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat tujuan International Summer Course 2026 dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik dunia industri, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi bisnis di era digital.